SELAMAT DATANG DI BLOG SEPUTAR INFORMASI

Selasa, 07 September 2021

Panyaweuyan Majalengka

    Terasering Panyaweuyan merupakan destinasi wisata alam di Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Lokasi wisata ini berjarak 23 kilometer dan dapat ditempuh dalam 50 menit perjalanan dari pusat kota Majalengka Sedangkan bagi pengunjung yang melakukan perjalanan wisata dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), dapat mengambil rute melalui Jl. Kertajati - Kadipaten dan Jl. Majalengka - Cikijing selama 1 jam 21 menit dengan jarak 47,1 km. 


    Terasering Panyaweuyan memiliki ketinggian beragam, mulai dari 400 meter hingga 2.000 meter di atas permukaan laut dengan sudut kemiringan 25 hingga 40 derajat. Letaknya yang tinggi memberikan udara sejuk, asri, dan eksotis untuk dinikmati. Daerah ini pada awalnya adalah bukit gundul yang digunakan sebagai lahan pertanian. Karena bentang alamnya yang curam, satu-satunya cara mengolahnya adalah dengan membuat terasering. Sebagian besar petani di Panyaweuyan menanam sayuran seperti kubis, bawang merah, atau selada.


Sekilas Kondisi Geografis Desa Tejamulya
    Kontur terasering Panyaweuyan tak luput dari kondisi geografis Desa Tejamulya. Melansir dari Buku Potensi Wilayah Kabupaten Majalengka yang dipublikasikan oleh Institut Pertanian Bogor, Desa Tejamulya memiliki luas 3.163,214 meter persegi. Berdasarkan kondisi topografi, desa ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1500 mdpl. Desa Tejamulya terdiri atas 3 dusun desa, 5 RW, dan 16 RT.

Sumber daya alam menggunakan lahan Desa Tejamulya dibagi menjadi 8 (delapan) yaitu: 
  1. Pemukiman seluas 5.500 
  2. Persawahan seluas 30 Ha 
  3. Perkebunan seluas 60 Ha 
  4. Tegalan seluas 243 Ha 
  5. Pekarangan seluas 1 Ha 
  6. Hutan seluas 6,6 Ha 
  7. Prasarana umum seluas 0,5 Ha. 
  8. Tanah kas yang dimiliki desa Tejamulya seluas 6 Ha terdiri atas tanah bengkok, titisara dan sawah desa.


Asal Mula Terasering Panyaweuyan 

    Siapa sangka, asal mula Terasering Panyaweuyan ini berawal dari sebuah gagasan kecil dari seorang petani bawang merah yang bernama Tatang. Melansir dari situs web Kementerian Pertanian, Tatang tinggal di Desa Sukasari Kidul. Ia merupakan lulusan SMA, namun gagasannya luar biasa. Tatang menjadi penggerak bagi para petani di daerahnya dengan mengembangkan sistem budidaya bawang di lahan miring dengan model konservasi terasering. Kawasan bawang merah yang ia kelola bersama 30 petani lainnya memiliki luas 50 hektar. Kini, lahan tersebut dikenal dengan Terasering Panyaweuyan. Bahkan, terasering tersebut telah didaftarkan ke Badan Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai terasering terbaik di dunia untuk kawasan bawang merah. Selain sebagai petani, Tatang juga bekerja sebagai penangkar benih bawang merah. Kelompok tani yang dipimpinnya mampu menanam bawang merah 3 kali setahun dengan total produksi mencapai 30 ton/ha. Dengan kerja kerasnya, Tatang kini mampu menjalin kemitraan pemasaran dengan berbagai perusahaan seperti PT. Tondang Raya Mada, PT. Cipta Karya Mandiri, PT. Sutmarindo, dan PT. Muara Enim. Bawang merah varietas batu ijo dan maja menjadi produk unggulan yang dipasarkan hingga Banyuwangi, Bandung, Jakarta dan Temanggung.

Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Terasering Panyaweuyan 

    Waktu terbaik mengunjungi terasering Panyaweuyan adalah saat matahari terbit. Perlahan, matahari terlihat menyelinap dari balik awan, menghasilkan semburan cahaya yang menawan. Langit berubah dari hitam menjadi keemasan dengan guratan jingga yang indah. Hamparan terasering daun bawang berpadu dengan sinar matahari sehingga tampak bersinar.
 
    Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan Gunung Ciremai yang megah. Gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut. Lanskap Gunung Ciremai menjulang dan diselimuti awan tipis seolah menghangatkan dinginnya pagi di terasering Panyaweuyan. Pukul 05.30 WIB adalah waktu terbaik untuk menunggu matahari terbit di terasering Panyaweuyan. Untuk menikmati pesona terasering, Anda harus menempuh perjalanan di tengah dinginnya lereng pegunungan. Tetapi, semuanya akan terbayar saat sampai di terasering Panyaweuyan. Terasering ini merupakan bukti agrowisata yang luar biasa. Selain menjadi lahan untuk produksi bawang merah, terasering ini berfungsi sebagai tempat wisata yang menghadirkan pemandangan menakjubkan dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi petani daun bawang. Udara sejuk berpadu dengan daun bawang semakin membuat suasana semakin sejuk. Rangkaian terasering yang unik ini menjadi tempat foto favorit para wisatawan. Deretan ladang daun bawang yang rapi selalu menarik perhatian. Tak heran jika terasering Panyaweuyan sempat viral karena keindahannya.


Share:

0 comments:

Posting Komentar

Definition List

Support